Sejarah Perkembangan Internet

Diposkan oleh Belajar Psikologi on Sunday, August 19, 2012
Sejarah Perkembangan Internet - Hari yang sangat bersejarah di awal perkembangan internet adalah penerapan TCP/IP sebagai standar protokol pada internet yang secara resmi menggantikan NCP pada tanggal 1 Januari 1983. Dan sejak saat itulah istilah Internet mulai banyak digunakan untuk menjelaskan komunikasi data jarak jauh walaupun sebenarnya kata internet sudah mulai dikenalkan sejak tahun 1973 oleh Vinton G Cerf dan Bob Kahn. Pada tahun yang sama, konsep tentang Domain Name System (DNS) diperkenalkan oleh Paul Mockapetris, dengan metode penyimpanan alamat domain melalui file hosts.txt. Lebih jelas tentang TCP/IP lihat pengertian internet.


Sejarah Perkembangan Internet ditahun berikutnya

Hari bersejarah perkembangan internet berikutnya adalah penemuan komunikasi teks secara reaitime yang disebut IRC (Internet Relay Chat) oleh Jarkko Oikarinen pada tahun 1988, sehingga dengan fasilitas ini kita dapat dengan mudah melakukan chatt secara online dengan siapa saja asal terhubung dengan internet.
Dan tonggak dari berkembangannya internet dengan pesat adalah ditemukannya konsep tentang Word Wide Web (www) oleh Tim Barners Lee pada tahun 1989 dan mulai banyak digunakan pada tahun 1991 sebagai salah satu media untuk menyebarkan infor­masi di internet yang mampu melakukan link dari satu halaman web ke halaman web yang lainnya melalui teknologi yang disebut Hyertext. Mosaic adalah web browser yang pertama yang ada. Tim Barners Lee adalah staff pada CERN (Centre EuropĂ©an pour la Recherche NuclĂ©aire; European Laboratory for Particle Physics), di Jenewa, Swiss.

Tahun 1993 merupakan tahun internet mulai dikenal banyak oleh kalangan masyarakat luas, terbukti dengan munculnya puluhan website, baik website personal maupun website perusahaan pada saat itu.


Sejarah Perkembanga Internet di Indonesia

Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan dan gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia, pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet.

RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pem­bangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontri-busikan keahlian dan dedikasinya dalam mem­bangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan kom­puter di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti pada surat kabar Kompas yang berjudul "Jaringan Komputer Biaya Murah Menggunakan Radio" di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.

Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m. Robby Soebiakto merupakan pakar di antara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994.

Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YCOMLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.

Di tahun 1986-1987 yang merupakan awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Builetin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak "server" BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar.

Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan radio amatir. Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.

RMS Ibrahim yang biasa dipanggil Ibam, merupakan motor dibalik operasional Internet di UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari CJI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama untuk mentransfer e-mail dan newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Counuy Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC dan sekarang pengelolaannya dipegang oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia).

Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an didukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengopera­sikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.

Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket terkait pada gateway di DLR Jerman.

Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Bapak Menteri Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS, Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di Jakarta. Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang "maniak" U dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.

Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB.

Berawal semangat dan bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Fiode Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.

Bermula dari teknologi radio paket 1200 bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatioes (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet S IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting.

Pada tahun 2000 dibentuklah Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia   (APJII)   yang  merupakan  wadah   bagi  ISP (Internet Semice Provider) untuk saling berdiskusi dan menjalin kerjasama. Pada tahun tersebut sudah tergabung 60 ISP yang ada di Indonesia dan ini membuktikan bahwa pengguna Internet di Indonesia sudah banyak. Dan pada tahun 2002 dibentuk sebuah asosiasi untuk pengusaha warung Internet Indonesia yang disingkat AWARI.
Sejak tahun 2000, nama Onno W. Purbo, Michael Sunggiardi, dan Heru Nugroho sangat sering didengar sehubungan dengan aktivitas dan usaha-usaha mereka untuk memajukan Internet di Indonesia.
Sejarah Perkembangan Internet


Jika kita rangkum Sejarah Perkembangan Internet dari Tahun Ke Tahun sbb:



1971


Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.


1972


Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organi­sasi ini adalah Vinton Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet11


1972-1974


Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.


1973


ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.


1974


Vinton Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel *A Protocol for Packet Network Interconnection".


1974


Bolt, Beranet & Newman (BBN), perusahaan kontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.


1977


Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.


1978


Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).










1979


Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Beilovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis. Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.




Awal 1980-an  -


Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia. Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung. Layanan BITNET (Because It's Time Nettvork) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing IbU dan juga File Transfer Protocol (FTP). CSNET {Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.




1983


TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut, fiame server mulai dikembang­kan, sehingga mengijinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut. Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.


Demikianlah Sejarah Perkembangan Internet

Terimakasih anda telah membaca artikel ilmiah terbaru tentang Sejarah Perkembangan Internet, semoga bermanfaat.


Jika anda suka dengan tulisan ini, klik tombol like di bawah ini, Thanks

{ 0 komentar... read them below if any or add comment }

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 


PING  |  PING  |  PING